Jumat, 16 November 2012

Resensi Buku MENYIMAK SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA Penulis: Prof. DR. Henry Guntur Tarigan



Kata Pengantar

            Puji syukur kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas kuliah Keterampilan Menyimak yaitu memberi tanggapan, komentar atau penilaian buku wajib mata kuliah “Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” karya Prof. DR. Henry Guntur Tarigan.
            Makalah ini brisikan tanggapan, komentar atau penilaian buku wajib mata kuliah “Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” karya Prof. DR. Henry Guntur Tarigan. Dengan harapkan agar  makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang buku tersebut. Selain itu juga dapat memenuhi penilaian tugas individual kami.
            Kami menyadari bahawa makalah yang berisi tanggapan, komentar atau penilaian buku wajib mata kuliah “Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” karya Prof. DR. Henry Guntur Tarigan jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan maklah ini dari awal sampai akahir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Jakarta, 12 oktober 2012
Muhammad Yusuf Saputro


           
Tugas Individual

Memberi tanggapan, komentar atau penilaian terhadap satu buku wajib mata kuliah dengan buku sebagai berikut:

Identitas Buku
Judul                                      : MENYIMAK
SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA
Penulis                                  : Prof. DR. Henry Guntur Tarigan
Penerbit                                 : Angkasa
Tahun terbit                          : 2008
Kota terbit                              : Bandung
Tebal buku                            : x halaman muka, 211 halaman isi
Perancang sampul              : Agung W.
Pinata letak                           : Sari H.
  

BAB 1 PENDAHULUAN

            Buku ini merupakan cetakan ke lima edisi revisi yang terdiri dari tujuah bab yang saling terkait. Dalam bab satu berisikan tentang pengetahuaan bahwa menyimak adalah gerbang untuk terampil berbahasa, terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis. Menyimak dan berbicara merupakan komunikasi dua arah, komunikasi tatap muka, dan komunikasi langsung. Menyimak dan membaca bersifat reseptif (menerima informasi dari sumber lisan dan tertulis), apresiatif, dan fungsional. Sedangkan membaca dan menulis merupakan komunikasi satu arah, tidak tatap muka, dan tidak langsung. Menulis dan berbicara bersifat produktif, dan ekspresif. Dalam belajar  menyimak ada empat tahap yaitu menentukan makna, memperagakan ekspresi, mengulangi, dan memberikan latihan ekstensif. Isi dari bab ini merupakan penunjang bagi bab-bab selanjutnya.
            Pada bab ini, penulis secara garis besar memaparkan hal-hal yang akan dipelajari dalam keterampilan menyimak dan hal-hal yang akan muncul dalam buku ini. Hal itu merupakan kelebihan dari buku ini, jadi sebagai pemula yang belajar menyimak dapat mengetahui garis besar tentang keterampilan menyimak. Penambahan tabel dan diagram juga sangat membantu dalam pemahaman bab ini.
            Penulis mengharapkan setelah membaca bab ini, pembaca dapat mengetahui, memahami, serta menguasai tentang hal-hal dasar dalam menyimak.
            Tapi dalam bab ini penulis memberikan keterangan yang terlalu panjang lebar yang membuat jenuh pembaca terlebih bagi orang yang kurang suka dalam membaca. Namun, ada bagan yang cukup menarik dan dapat membantu dalam memahami isi materi buku. Penulis juga memberikan rangkuman dalam bentuk maksut dan tujuan dari bab pada masing-masing babnya.
BAB 2 MENYIMAK

            Dalam bab ini secara berturut-turut dan agak terperinci membahas materi dan pengertian menyimak, tahap-tahap kegiatan menyimak, aneka ragam menyimak, fungsi, tujuan, dan hakikat menyimak, kemampuan menyimak para SD, dan hal-hal yang perlu disimak.
            Dengan membaca bab ini, pembaca dapat mengetahui bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara melalui ujaran.
            Penulis menjelaskan segala tentang tahapan dalam menyimak dengan jelas dan terperinci. Bahasa yang digunakan juga fokus dan tidak meluas pada hal yang tidak penting, hal itu membuat pembaca memahami tahapan tersebut. Meskipun tetap membutuhkan konsentrasi agar tidak salah penafsiran.
            Nilai tambah bab ini adalah penulis menjelaskan dengan pengalaman peneliti dan hasil-hasilnya sehingga tulisan tersebut menjadi lebih nyata dan mudah dibayangkan sehingga mudah dalam memahaminya.
            Dalam bab ini penulis juga mengumpulkan berbagai pendapat dari berbagai tokoh mengenai tahapan menyimak dan membandingkannya sehingga pembaca dapat menyimpulkan sendiri  dari berbagai teori dari berbagai tokoh tersebut.
            Diagram-diagam juga banyak membantu pembaca untuk lebih cepat memahami isi dari penjabaran bab kesatu ini.
            Disisi lain penulis juga masih menggunakan bahasa yang bertele-tele dan membuat jenuh pembacanya terlebih yang malas membaca. Untungnya bahasa yang digunakan mudah dicerna sehingga pembaca tidak berpikir keras untuk memahami kalimat-kalimt yang tertulis. Penulis juga memberikan rangkuman dalam bentuk maksut dan tujuan dari bab pada masing-masing babnya.


BAB 3 SUASANA MENYIMAK

            Dalam bab ini secara berturut-turut membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan suasana menyimak yang bersifat defensife (bertahan), suasana menyimak yang bersifat suportif (menunjang), saran-saran praktis meningkatkan keterampilan menyimak, tuntutan-tuntutan  agar kita dapat menyimak secara baik, upaya agar menyimak tepat guna., kendala-kendala dalam menyimak efektif, dan perilaku menyimak yang baik.
            Setelah membaca bab ini diharapkan pembaca dapat mengetahui, memahami, serta menguasai antara lain suasana dalam menyimak, pokok penyebab suasana dalam menyimak,  saran praktis untuk meningkatkan keterampilan menyimak, petunjuk agar dapat menyimak secara efektif yang dapat dimanfaatkan, upaya menyimak tepat guna, kendala dalam menyimak efektif, keterampilan khusus yang dituntut dalam menyimak, perilaku yang dituntut dalam menyimak, upaya untuk meningkatkan perilaku menyimak, dan manfaat siasat menyimak.
            Pembaca dapat mengetahui delapan saran praktis yang meningkatkan keterampilan menyimak, yaitu bersikap positif, bertindak responsif, cegah gangguan, simaklah maksud pembicaraan, cari butir yang akan muncul, buat rangkuman pembicaraan, dan carilah petunjuk non verbal. Dengan saran praktis itu pembaca dapat meningkatkan kualitas daya simaknya.
            Henry Guntur Tarigan juga  memberikan siasat menyimak yang dapat di manfaatkan dan dipraktikan oleh pembaca yaitu menjauhkan prasangka, memanfaatkan umpan balik non verbal, menggunakan umpan balik verbal, menemukan pertanyaan yang jitu, dan mempraktikkan tipe menyimak sesuai dengan situasi dan tujuan.
            Materi yang dipaparkan memang cukup berat tapi penulis telah berhasil mengemas bab ini agar meringankan pembaca dalam memahami tulisan dan maksud isi bacaan. Penambahan tabel dan diagram juga sangat membantu dalam pemahaman bab ini.
            Meskipun masih banyak kalimat yang panjang lebar namun diksi yang digunakan menarik dan mengajak pembaca untuk dapat memahami dengan benar apa yang ingin disampaikan penulis. Penulis juga memberikan rangkuman dalam bentuk maksut dan tujuan dari bab pada masing-masing babnya.


BAB 4 FAKTOR PENGARUH MENYIMAK

            Dalam bab ini penulis membicarakan secara berturut-turut hal yang menyangkut masalah berbagai faktor yang dapat memengaruhi kegiatan menyimak, kebisaaan-kebisaaan jelek dalam kegitan menyimak, mengapa orang tidak menyimak, kebisaaan umum menyimak yang baik, perilaku menyimak yang jelek, salah paham, dan masalh-masalah lain dalam menyimak.
            Setelah membaca bab ini pembaca diharapkan untuk dapat mempersiapkan diri saat menyimak karena banyak faktor yang dapat memengaruhi dalam menyimak.dengan faktor-faktor tersebut dapat disikapi oleh pembaca.
            Pembaca juga dapat menghindari kebisaaan-kebisaaan jelek dalam menyimak yaitu menyimak lompat tiga, menyimak “saya dapat fakta”, nada ketulian emosional, menyimak supersensitive, menolak suatu subyek secara gegabah, mengkritik penampilan pembicaraan, menghindari pebjelasan yang sulit, member perhatian semu, menyerahpada gangguan, dan menyimak dengan kertas dan pensil ditangan.
            Penilis berhasil memaparkan dengan sangat baik dan mudah dipahami. Penulis juga memberikan rangkuman dalam bentuk maksut dan tujuan dari bab pada masing-masing babnya. Penambahan tabel dan diagram juga sangat membantu dalam pemahaman bab ini.

BAB 5 ANEKA SITUASI PELIBAT MENYIMAK

            Sebelum memasuki bab ini penulis memberikan kesimpulan berupa maksud dan tujuan dari bab ini, agar pembaca dapat mengetahui isi bab sebelum membacanya . Dalam bab ini dibicarakan beberapa situasi yang turut mengikut sertakan kegiatan menyimak, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Hal-hal atau situasi pelibat menyimak yang dimaksud antara lain petunjuk, keterangan, pengumuman, percakapan, diskusi, laporan-laporan, radio, televisi, rekaman, telepon, dan aneka alasan menyimak.
            Pembaca menyadari bahwa menyimak sangatlah penting dilihat dari survei tentang penggunaan waktu dalam keterampilan berbahasa oleh Paul T. Rankin yang hasilnya empat puluh lima persen adalah menyimak.
            Pembaca juga dapat mengetahui ciri-ciri menyimak yang jelek seperti menyimak dengan terlalu bnyak mencatat secara rinci, tidak sanggup mengatasi gangguan, berpura-pura menarik perhatian, dan kurang menaruh perhatian pada materi pembicaraan.
            Penjelasan dalam bab ini sangat panjang dan berbelit-belit, serta susunan penulisan yang bertumpuk-tumpuk sehingga cukup memusingkan pembaca untuk dapat mengerti maksud yang diberikan. Namun penulis tetap menggunakan bagan untuk mempermudah pemahaman.

 BAB 6 MENINGKATKAN DAYA SIMAK

            Dalam bab ini dijelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan daya simak yaitu aneka pengalaman audio pemertinggi kemampuan menyimak, aneka kegiatan peningkat daya simak, sikap guru yang turut mempertinggi daya simak siswa, kualifikasi guru dalam bidang menyimak, upaya menjadi penyimak efektif, cara mengatasi kendala dalam bidang menyimak, upaya menjadi penyimak efektif, cara mengatasi kendala dalam kegiatan menyimak, dan aneka kaidah kemajuan menyimak.
             Kita sebagai calon guru dapat mengetahui cara mempertinggi daya simak siswa setelah membaca bab ini, selain itu kita belajar menjadi guru yang berkualitas baik sekali dalam menyimak.
            Pembaca juga mengetahui berbagai cara untuk meningkatkan keterampilan menyimak yaitu memahami maksud pembicara, menghindari ketergesa-gesaan, memahami maksud sendiri, memperhatikan perbedaan bahasa, menyadari prasangka sendiri, memahami prasangka pembicara, memeriksa fakta-fakta pembicara, menyimak smpai selesai, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
            Bayak kalimat-kalimat dan kata dalam bab ini yang mubazir, seharusnya kalimat atau kata itu bisa dihapus supaya tidak membuat jenuh pembaca dengan penjabaran yang panjang lebar. Dalam bab ini penulis tidak berhasil mengajak pembacanya untuk terus fokus dengan apa yang dibaca karena terlalu berat materinya dan membosankan. Bisa dikatakan bab ini adalah bagian tersulit yang harus dibaca dan dipahami oleh pembca dibanding bab-bab sebelumnya. Fokus dan konsentrasi yang maksimal dibutuhkan  saat membaca bab ini.


BAB 7 MEMILIH BAHAN YANG MENARIK PERHATIAN

            Dalam bab ini akan membicarakan secara khusus bagaimana cara memilih bahan simakan yang menarik perhatian. Pembicaraan itu dipecah-pecah menjadi beberapa bagian seperti perbedaan antara duolog dan dialog, batasan dan teori-teori perhatian, perhatian dalam komunikasi, hubungan antara menyimak dan perhatian, factor-faktor yang memengaruhi perhatian mrenyimak, mengapa kita menyimak, dan apa yang menarik perhatian kita.
            Setelah membaca bab ini pembaca dapat mengetahui syarat-syarat bahan simakan yang menarik perhatian, yaitu tema yang mutakhir, tema yang terarah dan sederhana, tema yang menambah pengetahuan, tema yang bersifat sugestif dan evaluatif, tema yang bersifat motivatif, dapat menghibur, menyenangkan, dan penuh humor, bahasa sederhana dan mudah dimengerti, harus bersifat duolog bukan dialog melulu.
            Bab ini merupakan bab terakhir dalam buku ini, dituliskan bahasa yang ringan, dan bagan-bagan yang lebih bervariasi sehingga lebih menarik dan menyenangkan untuk dibaca.
            Pada bab ini juga disertakan dialog-dialog yang menarik untuk dibaca. Akhir bab sebagai penutup yang baik dan menarik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar