Sabtu, 04 Mei 2013

SDA dan Lingkungan


22.1  Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini sering kali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.
Indonesia, salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan nonhayati terbesar di dunia.
Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan. Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.
Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.
2.2  Klasifikasi Sumber Daya alam
2.2.1                    Sumber daya alam yang tidak akan habis
Dikelompokkan menjadi:
  1. Sumber daya alam yang dapat diubah, misal tenanga angin, pasang surut, tenaga atom, curah hujan.
  2. Sumber daya alam yang dapat salah guna, misalnya matahari, atmosfir, perairan, dan daur air. 

2.2.2                    Sumber daya alam yang akan habis
Dikelompokkan menjadi:
a.       Sumber daya alam yang dapat dipertahankan
1)      Sumber daya alam yang dapat diperbaharui, yaitu sunber daya alam hayati, fauna, dan flora.
2)      Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui , misalnya satwa liar, ekosistem alami.
b.      Sumber daya alam yang tidak dapat dipertahankan
1)      Sumber daya alam yang dapat digunakan lagi melalui daur ulang, misalnya metal, permata, logam dan batu-batuan yang mempunyai umur penggunan yang lama dan dapat dipakai ulang.
2)      Sumberdaya alam yang tidak dapat dipergunakan lagi, misalnya minyak bumi, gas bumi, timah, batu bara dan mineral yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimiawi melalui penggunaan.

2.2.3                    Sumber daya alam berdasarkan sifatnya
  1. Sumber Daya Alam yang dapat Diperbaharui (renewable resources/nonkonvensional)
Disebut sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui, karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu yang relative cepat. Dengan demikian, sumber daya alam ini tidak dapat habis. Pembaruan bisa terjadi dengan dua jalan, yaitu secara reproduksi atau dengan adanya siklus.
1)      Pembaruan dengan reproduksi.
Pembaruan ini terjadi pada sumber daya alam hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah. Sekalipun demikian, bila pengelolaannya tidak tepat, sumber daya alam hayati dapat punah. Sekali spesies hewan dan tumbuhan punah, maka alam tidak dapat memperbarui atau membentuk lagi. Seringkali aktivitas manusia yang kurang bertanggung jawab bisa menyebabkan sumber daya alam hayati menurun kualitas dan keanekaragamannya, misalnya, karena pengaruh pencemaran. Sebaliknya, dengan penerapan prinsip-prinsip genetika, misalnya hibridisasi dan rekayasa genetika, sumber daya ala mini dapat ditingkatkan kualitas dan keanekaragamannya.
2)      Pembaruan dengan adanya siklus.
Beberapa sumber daya alam, misalnya air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar memnbentuk siklus. Dengan demikian, selalu terjadi pembaruan. Aktivitas manusia seperti berikut dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sumber daya alam. Pencemaran udara akan menurunkan kualitas atmosfer bumi, serta penebangan hutan dapat menurunkan kualitas air tanah dan menimbulkan banjir.



            Macam-macam sumber daya alam nonkonvensional:
1)       Hutan
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh  pepohonan  dan  tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.
Luas hutan Indonesia terus menciut, sebagaimana diperlihatkan oleh tabel berikut: Luas Penetapan Kawasan Hutan oleh Departemen Kehutanan Tahun Luas (Hektar) 1950 162,0 juta 1992 118,7 juta 2003 110,0 juta 2005 93,92 juta
Berdasarkan hasil penafsiran citra satelit, kawasan hutan Indonesia yang mencapai 93,92 juta hektar pada 2005 itu dapat dirinci pemanfaatannya sebagai berikut:
Ø  Hutan tetap  : 88,27 juta ha
Ø  Hutan konservasi  : 15,37 juta ha
Ø  Hutan lindung  : 22,10 juta ha
Ø  Hutan produksi terbatas : 18,18 juta ha
Ø  Hutan produksi tetap : 20,62 juta ha
Ø  Hutan produksi yang dapat dikonversi  : 10,69 juta ha.
Ø  Areal Penggunaan Lain (non-kawasan hutan) : 7,96 juta ha.
Lahan hutan terluas ada di Papua (32,36 juta ha), diikuti berturut-turut oleh Kalimantan (28,23 juta ha), Sumatera (14,65 juta ha), Sulawesi (8,87 juta ha), Maluku dan Maluku Utara (4,02 juta ha), Jawa (3,09 juta ha), serta Bali dan Nusa Tenggara (2,7 juta ha).

Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya:
Ø  hutan alam (natural forest)
Ø  hutan buatan (man-made forest), misalnya:
Ø  hutan rakyat (community forest)
Ø  hutan kota (urban forest)
Ø  hutan tanaman industri (timber estates atau timber plantation) dll.
Berdasarkan tujuan pengelolaannya:
Ø  hutan produksi, yang dikelola untuk menghasilkan kayu ataupun hasil hutan bukan kayu (non-timber forest product)
Ø  hutan lindung, dikelola untuk melindungi tanah dan tata air
§  Taman Nasional
Ø  hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam
§  Cagar alam
§  Suaka alam
Ø  hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan.
Berdasarkan jenis tumbuhan:
Ø  hutan homogen, yang terdiri dari tumbuhan sejenis, misalnya hutan jati, hutan pinus, dll.
Ø  Hutan hetrogen, yang terdiri berbagai jenis tumbuhan.
2)      Pertanian
Pertanian merupakan matapencaharian sebagian besar rakyat Indonesia. Hasil-hasil pertanian antara lain; padi, jagung, gandum, bawang, cabai, dll.
3)      Perkebunan
Di Indonesia terdapat perkebunan kopi, teh, cengkeh, kelapa sawit, tembakau, karet, coklat, tebu, kina dll. Hasil perkebunan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan ada pula yang dieksport.

4)      Peternakan
Sumber daya hayati (hewan) dibudidayakan dalam bentuk peternakan dan perikanan, menyediakan nutrisi dari hewan untuk kebutuhan manusia. Hasil budidaya peternakan misalnya sapi, kerbau, ayam, kelinci, domba, ulat sutra, lebah dll. Hasil pembudidayaan itu digolongkan berdasarkan pemenuh kebutuhan manusia yaitu; kebutuhan pangan (ayam, sapi, bebek, mujair, dll), kebutuhan sandang (domba dengan wol, ulat sutra dengan kain sutra, sapi dengan kulit), kebutuhan sumber obat (lebah dengan madunya, ayam kampung dengan telurnya).
Hasil budidaya perikanan misalnya ikan mas, gurame, mujair, patin, lele dan lain-lain.
  1. Sumber Daya Alam yang tidak Dapat Diperbarui (unrenewable resource/konvensional)
Sumber daya alam ini terdapat dalam jumlah yang relatif statis karena tidak ada penambahan atau pembentukannya sangat lambat bila dibandingkan dengan umur manusia. Pembentukannya memerlukan waktu ratusan tahun bahkan jutaan tahun. Manusia tidak dapat memanfaatkannya selama 2—3 generasi. Sumber daya alam ini dapat habis.
Contoh : Bahan mineral, batu bara, gas alam dan sumber daya alam fosil lainnya. Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, sumber daya alam ini dibedakan menjadi dua golongan berikut.
1)      Sumber daya alam yang tidak cepat habis.
Tidak cepat habis karena nilai konsumtif terhadap barang itu relative kecil. Manusia hanya memanfaatkannya dalam jumlah sedikit. Di samping itu, sumber daya ala mini dapat dipakai secara berulang-ulang hingga tidak cepat habis.
Contoh : intan, batu permata, serta logam mulia (emas)
2)      Sumber daya alam yang cepat habis.
Cepat habis karena nilai konsumtif akan barang relatif tinggi. Manusia menggunakan dalam jumlah yang banyak, sehingga sumber daya ala mini akan cepat habis. Di samping itu daur ulangnya sukar dilakukan.
Contoh : bensin, gas alam, dan bahan baker lainnya.

Dalam UU No. 11 tahun 1967 tentang pertambangan, barang-barang tambang dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1)      Golongan A yaitu golongan bahan galian strategis (penting untuk pertahanan dan keamanan negara atau menjamin perekonomian negara). Contoh : minyak bumi, batubara,  bahan radioaktif, tembaga, besi, alumunium, timah, dan mineral logam lainnya.
2)      Golongan B yaitu bahan galian vital (penting untuk hajat hidup orang banyak). Contoh : emas, perak, magnesium, batu permata, asbes dan lain-lain.
3)      Golongan C yaitu golongan bahan galian selain Golongan A dan Golongan B di atas. Contoh: bahan industri (batu kapur)

Macam-macam sumber daya alam konvensional
1)      Miyak bumi
Minyak bumi berasal dari hewan ddan jasad renik yang mati berjuta-juta tahun yang lalui. Minyak bumi dipakai sebagai bahan dasar untuk energy (misalnya BBM) dan industry kimia (misalnya plastik). Tingkat konsuimsi minyak bumi di Indonesia setiap tahun terus meningkat, apabila tidak ditemukan sumber-sumber alternative diperkorakan tahun 2020 akan habis.
2)      Gas alam
Selain untuk pengkonversi dari BBM ke gas untuk pengguna dalam negeri, juga di eksport. Gas alam di Indonesia jumlahnya masih cukup besar yang dihasilkan di daerah Aceh, Natuna, Bontang, Sulawesi Selatan.
3)      Batu bara
Terbentuknya dari tumbuhan yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu. Biasanya digunakan untuk bahan bakar industri dan rumahtangga.
4)      Mineral
Bijih besi, emas, perak, bauksit, logam mulia dan lain-lain.


2.2.4                    Sumber daya alam yang dapat didaur ulang
a.      Sumber daya air
Air merupakan sumber daya alam yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Semua makhluk membutuhkan air untuk bertahan hidup, dengan kecenderungan hidup di wilayah sekeliling sumber air. Kebutuhan air untuk kehidupan manusia, rumahtangga, pertanian, industri, meningkat sesuai dengan pertambahan penduduk. Dengan sungai-sungai dan danau-danau yang mulai tercemar dan tidak layak dikonsumsi, maka manusia mencari sumber air dalam tanah.
Air di bumi tidak akan bisa berkurang karena adanya siklus hidrologi, air hanya berpindah ke tempat yang lain dan tercemar oleh limbah-limbah industri, hotel, apartemen, rumahtangga. Agar air itu dapat digunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan maka, air didaur ulang menjadi air baku sesuai standar yang berlaku, untuk memenuhi kebutuhan air.
Air yang ada di bumi berdasarkan letaknya dibagi menjadi: laut, es kutub, air tanah, danau, mata air, air sungai, uap air di udara.  

b.      Sumber daya udara
Udara merupakan sumber oksigen yang sangat penting bagi makhluk hidup. Oksigen diperoleh dari fotosintesis tumbuhan yang berklorofil. Semakin ke atas maka oksigen semakin menipis. Lapisan udara yang menyelimuti bumi:
1)      Troposfer
Mencapai ketinggian 16—19 km dari garis katulistiwa, 8—9 km di kutub. Pada lapisan ini bumi mengalami stabilitas isotermis, rata-rata 130 C.
2)      Stratosfer
Lapisan ini di atas troposfer hingga ketinggian 50 km. Pada lapisan ini terdapat ozon yang melindungi bumi dari sinar UV yang berasal dari cahaya matahari.
3)      Mesosfer
Mencapai ketinggian 80 km, suhu turun dengan cepat sesuai naiknya ketinggian.
4)      Termosfer
Lapisan udara di atas 80 km, suhu turun dengan cepat sesuai naiknya ketinggian.

2.2.5                    Sumber daya alam berdasarkan bagian atau bentuk
Berdasarkan bagian atau bentuk yang dapat dimanfaatkan, sumber daya alam diklasifikasikan seperti berikut ini .
  1. Sumber daya alam materi, yaitu hasil dari SDA bila yang dimanfaatkan adalah materi sumber daya alam tersebut. Contohnya air, nitrogen, carbon, fosfor.
  2. Sumber daya alam hayati, ialah sumber daya alam yang berbentuk makhluk hidup, yaitu hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sumber daya alam tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya alam nabati, sedangkan sumber daya alam hewan disebut sumber daya alam hewani. Bila kita telusuri lebih jauh, sumber daya alam hayati dapat digolongkan sebagai sumber daya alam materi maupun energi.
  3. Sumber daya alam energi, yaitu bila sesuatu yang dimanfaatkan manusia adalah energi yang terkandung dalam sumber daya alam tersebut. Contohnya matahari, nuklir, pasang surut, angin, minyak bumi, panas bumi.
  4. Sumberdaya alam ruang, yaitu ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah penduduk, sumber daya alam ruang makin sulit diperoleh. Ruang, dalam hal ini, dapat berarti ruang untuk mata pencaharian (pertanian, perikanan), tempat tinggal, arena bermain anak-anak,dan sebaginya. Di kota-kota besar, seperti Jakarta, sumber daya alam ruang maskin sulit didapat.
  5. Sumber daya alam waktu, sulit dibayangkan bahwa waktu merupakan sumber daya alam. Sebagai sumber daya alam, waktu tidak berdiri sendiri maliankan terikat dengan pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Contoh : air sulit didapat pada musim kemarau. Akibatnya, mengganggu tanaman pertanian.

2.2.6                    Sumber daya energi
Semakin menipisnya sumber daya alam konvensional, diperlukan suatu usaha untuk mendapatkan sumber daya alam yang baru atau dengan memanfaatkan sumber daya alam yang renewable atau nonkonvensional secara maksimal.
Sumber daya alam nonkonvensional yang mulai dikembangkan penggunaannya, seperti: (a) energi matahari, (b) energi panas bumi, (c) magma, (d)energi angin, (e) energi pasang surut, (f) energi biogas, (g) energi biomassa.
Beberapa alternatif pengembangan sumber energi nonkonvensional yang dikembangkan untuk mengganti sumber energi konvensional yang terbatas jumlahnya adalah sebagai berikut.
a)      Energi matahari.
Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan jalan menangkap cahaya matahari dengan beribu-ribu fotosel. Fotosel dapat dibuat dari silikon yang sisi-sisinya dilapisi dengan Boron dan Arsen.
Untuk mendapatkan voltase yang tinggi dan arus yang kuat, ribuan fotosel dihubungkan secara seri-paralel. Energi matahari dapat juga diubah menjadi energi panas dengan pertolongan cermin cekung.
b)      Energi panas bumi.
Panas dari gunung berapi bersumber dari magma. Bila di dekat magma tersebut terdapat cadangan air maka air itu akan mendapatkan panas. Rembesan air panas ke permukaan bumi dapat merupakan sumber air panas, berupa semburan uap atau semburan air panas. Panas bumi berupa uap air panas dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.
c)      Energi angin.
Langsung dapat diubah menjadi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan dengan generator listrik.
d)     Energi pasang surut.
Dapat dimanfaatkan dengan menggunakan dam yang memiliki pintu air yang dapat diatur pembukaannya. Pada saat air laut pasang, air laut masuk ke dalam dam melalui pintu air. Bila air surut maka air laut akan ke luar juga melalui pintu air yang sama. Di pintu air itulah dipasang turbin yang dapat menggerakkan generator listrik.

e)      Energi biogas
Prinsipnya adalah memanfaatkan jasad hidup sampah melalui cara pembusukan dengan pertolongan bakteri pengurai. Bakteri itu diperoleh dari kotoran kerbau atau sapi. Gas yang sebagian besar adalah metan dapat dibakar untuk keperluan masak memasak.
f)       Energi biomassa
Bahan bakunya adalah sampah organik. Panas yang timbul, digunakan untuk memanaskan ketel uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan generator listrik.
2.2.7                    Sumber daya alam berdasarkan pengelolanya
1.      Sumber daya alam yang dikelola pemerrintah
Contoh minyak bumi yang di kelola Pertamina, sumber daya air yang di kelola oleh PDAM, gas bumi yang di kelola Pertamina dalam EPG, dan lain-lain.

2.      Sumber daya alam yang dikelola swasta
Contoh batu bara, nikel, emas, dan lain-lain.

2.2.8                    Sumber daya alam berdasarkan hak penguasaan
1.      Sumber daya alam milik individu (private property)
Segala sesuatu dari alam yang dikuasai dan dimiliki oleh individu. Contoh sumber daya alam berupa tanah yang telah di beli, emas perhiasan yang telah dimiliki, tanaman dalam lingkungan rumah, hewan, hewan ternak, dan lain-lain.

2.      Sumber daya alam milik umum (common property)
Segala sesuatu dari alam yang dapat dinikmati secara umum dan tidak dikuasai oleh individu. Contoh udara, aliran sungai, laut, hujan, dan lain-lain.



2.2.9                    Hubungan Antara Sumber Daya Alam dan Penggunanya
Apabila dua atau lebih SDA diambil dari bumi dan digunakan atau dikonsumsi dalam proses produksi maka terdapat hubungan yang sifatnya KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI contoh:
a)      Penggunaan lahan untuk kehutanan sekaligus rekreasi sifatnya komplementer dalam sisi penawaran.
b)      Penggunaan batubara dan bijibesi untuk menghasilkan baja sifanya komplementer dalam sisi permintaan.
c)      Penggunaan suatu daerah untuk pertanian dan untuk waduk merupakan hubungan yang bersaing/substitusi dari sisi penawaran.
d)     Penggunaan tenaga ternak dan mesin traktor disektor pertanian merupakan hubungan substitusi dari sisi permintaan.

2.3  Konseb Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Pada dasarnya sumber daya alam bersifat serba guna, sehingga pemamfaatannya tidak terbatas pada suatu hal saja. Dengan demikian diperlukan pengaturan pengelolaan dan pelestarian untuk saat ini dan masa yang akan datang, yang dapat menentukan pemenfaatan sumber daya alam yang terbaik. Misalnya sungai sebagai alur transportasi air, tempat hidup ikan, sumber mata pencaharian penduduk sekitar, sumber air bagi petani, sumber air untuk pembangkit listrik, sumber air minum masyarakat perkotaan.
Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, harus terjalin hubungan yang harmonis antara sumber daya alam dengan kebutuhan manusia, serta menghindari terjadinya konflik kepentingan antara kelompok masyarakat pengguna. Manusia tidak dapat menggunakan suatu sumber daya alam tanpa mempengaruhi sumber daya alam lainnya, sehingga diperlukan pendekatan interdisiplin untuk mengatur dan menganalisis penggunaan sumber daya alam itu.



Beberapa konsep dan prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya alam hayati :
1.      Prinsip Daya Toleransi
Setiap jenis sumber daya alam hayati dibatasi oleh daya toleransinya terhadap faktor lingkungan, baik secara geografis, maupun ekologis. Apabila faktor lingkungan yang ekstrim belum terlampui, diharapkan sumber daya alam hayati dapat diperbaharui atau memperbaharui diri. Namun, dapat terjadi berbagai faktor lingkungan yang dilakukan manusia melampaui daya toleransi sumber daya alam, mengakibatkan produksi menurun, bahkan mungkin akan punah.
2.      Prinsip In Optinum
Sumber daya alam hayati dengan berbagai jenis yang ada menunjukkan tidak ada satu jenis sumber daya alam hayati maupun yang dapat berkembang dalam suatu lingkungan yang optimum bagi semua faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Manusia cenderung mengubah lingkungan hidup suatu sumber daya alam hayati kearah optimasi suatu faktor lingkungan tertentuguna memenuhi kebutuhan jangka pendek, tanpa mempertimbangkan akibat buruk jangka panjang.
Sumber daya alam hayati yang terdapat dalam suatu lingkungan hidup tertentu dimana manusia hidup tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, mereka mengambil berbagai sumber daya alam hayati dari lingkungan lainnya, yang berpengaruh pada penyebaran berbagai materi, termaksud sampah.
3.      Prinsip Faktor Pengontrol
Sumber daya alam hayati sering kali terdapat suatu faktor di lingkungan tertentu yang memiliki daya pengontrol. Faktor pengontrol itu bekerja, baik melalui ukurannya yang terlalu sedikit, maupun terlalu banyak, memberikan kesan dapat menantikan dinamika populasi dari suatu jenis sumber daya alam hayati. Pencemaran udara, menggunakan pupuk dan peptisida, dapat menjadi pengontrol terhadap populasi tanaman pertanian. Pengaruh faktor pengontrol dapat menyebabkan ancaman perusakan lingkungan (ekokatasroli)  pada lingkungan manusia.

4.      Prinsip Ketanpabalikan
Pada umumnya sumber daya alam hayati dapat memperbaharui diri, tetapi beberapa sumber daya alam hayati tidak dapat diperbaharui diri karena proses fisis dan biologis pada suatu ekosistem yang sudah tidak dapat berlangsung, yang mengakibatkan kerusakan atau punahnya sumber daya alam itu.
5.      Prinsip Pembudidaya
Manusia telah membudidayakan sumber daya alam hayati untuk jangk pendek dan jangka panjang, yang terus menerus dijaga dan dipelihara. Membudidayakan sumber daya alam hayati, selain memberikan manfaat, juga menuntut tanggung jawab manusia. Melalui peradaban, baik itu disengaja, maupun tidak sengaja, menusia membudidayakan dirinya dengan cara mempersiapkan dan menyediakan bentuk dan alat perlindungan terhadap lingkungan.

2.4  Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup
2.4.1                    Masalah-Masalah Kependudukan
Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalah-masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
Ø  Persebaran penduduk yang tidak merata
Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat. Menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi. Pemecahan masalah persebaran penduduk ini adalah dengan melakukan transmigrasi penduduk dari tempat yang padat ke tempat yang tidak padat penduduknya, sehingga persebaran penduduk yang tak merata bisa diatasi.
Ø  Jumlah penduduk yang begitu besar
Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa.
Ø  Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian. Pemecahan masalah ini adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB).
Ø  Kualitas penduduk rendah
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Pemecahan masalah kualitas penduduk ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pengarahan akan pentingnya pendidikan dalam sekolah, menambah sekolah atau tempat menimba pengetahuan baik dari segi kuantitas dan kualitas.
Ø  Rendahnya pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Rendahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin. Pemecahan masalah pendapatan penduduk adalah dengan memberikan atau membuka lowongan kerja yang mapan kepada penduduk, memberikan keterampilan hingga modal untuk bisa membuka usaha sendiri.
Ø  Tingginya tingkat ketergantungan
Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.
Ø  Kepadatan penduduk
Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.
Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah kependudukan di atas. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah antara lain sebagai berikut.
1.   Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
2.   Melaksanakan program transmigrasi.
3.   Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
4.   Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya.

Masalah Kependudukan maupun lingkungan di Indonesia adalah masalah yang disebabkan oleh kurangnya keseimbangan antara jumlah dan laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat dan laju perkembangan ekonomi. Memanfaatkan sumber daya alam yang dibutuhkan, dipengaruhi oleh kemampuan manusia menerapkan pengetahuan teknologi yang sedang berkembang.
Masalah Kependudukan maupun lingkungan di Indonesia adalah masalah yang disebabkan oleh kurangnya keseimbangan antara jumlah dan laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat dan laju perkembangan ekonomi. Memanfaatkan sumber daya alam yang dibutuhkan, dipengaruhi oleh kemampuan manusia menerapkan pengetahuan teknologi yang sedang berkembang.
Program Pemerintah untuk mengatasi Masalah Kependudukan dan Lingkungan:
  1. Keluarga Berencana
  2. Transmigrasi
  3. Industrialisasi
  4. Usaha Mengubah Pola Bertani yang tidak merusak struktur tanah
Jumlah Penduduk yang semakin banyak akan berpengaruh terhadap daya dukung alam bagi kehidupan manusia itu sendiri. Dengan demikian daya dukung alam perlu dijaga, agar tidak berkurang atau susut, sejalan dengan perubahan waktu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan industri. Padatnya penduduk mengakibatkan banyaknya sumber daya alam yang dipakai untuk memenuhi. Kebutuhan manusia sangat bergantung pada daya dukung alam atau lingkungan yang ada.
            Kelangsungan hidup manusia berkaitan dengan komponen sosial dan komponen alam, akan memberikan hasil yang mencerminkan keadaan masyarakat dan keadaan alamnya. Pengaruh Komponen Sosial, komponen alam, dan akibat terhadap kehidupan masyarakat, dapat dilihat pada masyarakat yang mengandalkan hidupnya pada kegiatan yang dilakukannya. Pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, manusia mampu mengubah lingkungannya sehingga dapat menciptakan ekosistem buatan, kondisi yang menguntungkan sesuai dengan kebutuhan hidup, merusak ekosistem yang ada, memberikan keamanan dan kesenangan(jika tercapai stabilitas).
Permasalahan Sosial Kependudukan, ditandai dengan tingginya urbanisasi, permukiman kumuh pada hampir seluruh kota, pedagang kaki lima dan kesemrawutan lalu lintas, serta masalah kesehatan khususnya tingginya prevalensi infeksi saluran pernafasan akut. Adanya benturan kepentingan antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan sumber daya alam telah difahami sebagai asal mula terjadinya problema lingkungan hidup. Tidak mengherankan, kalau persoalan-persoalan lingkungan hidup yang muncul, bahkan menjadi sangat mencolok di wilayah-wilayah Provinsi Jawa barat, ternyata tidak lepas – kalau tidak dikatakan sangat terkait erat, dengan keadaan dan dinamika kependudukannya.
2.4.2                    Dampak Negatif Masalah Kependudukan Terhadap Lingkungan
Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. 

Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. Sedangkan, komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yaitu mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebagainya.
Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor, baik faktor alami dari lingkungan itu sendiri ataupun akibat dari tingkah laku manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.
Sekarang kita mencoba mengidentifikasi kerusakan lingkungan yang disebabkan tingkah laku manusia yaitu masalah kependudukan. Berikut contoh-contoh identifikasi masalah kependudukan yang dapat merusak lingkungan:
1.      Jumlah penduduk yang meningkat tiap tahun, baik secara kelahiran maupun arus urbanisasi/imigrasi, menyebabkan banyaknya lahan untuk dijadikan pemukiman sehingga lahan hijau terutama di daerah perkotaan semakin sempit;
2.      Penduduk suku-suku primitif yang masih memakai sistem berpindah tempat tinggal menyebabkan banyak lahan hutan yang dibuka sebagai pemukiman penduduk menjadi gundul karena tidak adanya penggantian pohon kembali (reboisasi);
3.      Meningkatnya jumlah penduduk berarti juga peningkatan produksi sampah harian atau limbah. Limbah-limbah itu ada kalanya berupa sampah biologis manusia (feses), sampah rumah tangga, pertanian, industri, transportasi, dan lain-lain. Sampah-sampah tersebut merupakan sumber polusi, baik polusi tanah, air, maupun udara dan ini sangat berpengaruh pada kesehatan;
4.      Tuntutan bahan pangan yang terus meningkat menyebabkan pengalihfungsian suatu lahan menjadi tempat penghasil bahan pangan tersebut, seperti penggundulan bukit resapan air menjadi lahan bercocok tanam sayur dan akibatnya terjadi longsor;
5.      Terjadinya ekplorasi ataupun eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan maupun sumber daya alam, seperti kegiatan pertambangan, penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman, dan pendirian bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS);
6.      Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah kebutuhan air tanah yang berarti meningkatnya jumlah sumur untuk memenuhi jumlah kebutuhan air tersebut dan berarti akan terjadi peningkatan perusakan permukaan bumi karenanya;
7.      Pada suatu lingkungan padat penduduk berarti semakin banyak dilakukan pembangunan tempat tinggal yang berarti dilakukan pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang mengakibatkan menurunya tingkat produktivitas tanah, yang tadinya subur menjadi gersang karena berkurangnya tumbuhan penghasil zat hara;
8.      Pada lingkungan padat penduduk di hasilkan banyak gas buang seperti gas karbon monoksida (CO) maupun gas karbon dioksida (CO2) yang tidak diimbangi dengan berlimpahnya O2 karena berkurangnya jumlah tanaman di lahan tersebut sehingga hal ini menyebabkan menurunya kualitas udara.

2.4.3                    Solusi Masalah Kependudukan Terhadap Lingkungan
Lingkungan berarti keadaan atau kondisi yang mengelilingi kita. Bumi, rumah kita, memberikan semua hal penting yang dibutuhkan untuk hidup kita. Untuk kelangsungan hidup kita di lingkungan, kita harus melestarikan biosfer yang sehat dengan semua sistem ekologi, semua tumbuhan dan hewan, tanah yang subur, air murni, dan udara bersih.
Sekarang, keindahan alam bumi ini menghilang, sebagian orang di seluruh dunia menghancurkan keindahan oleh eksploitasi sumber daya alam secara aksimum/berlebihan. Tingkat kerusakan lingkungan hidup saat ini sudah sangat tinggi sehingga perlu adanya solusi dari masalah lingkungan ini.
Berbagai masalah lingkungan sekarang mempengaruhi bumi kita. Sebagai akibat dari era globalisasi yang terus-menerus mengeksploitasi proses alami dari bumi mengubah masalah lokal menjadi isu-isu global, beberapa masalah yang sekarang mempengaruhi dunia adalah hujan asam, polusi udara, pemanasan global, limbah berbahaya, penipisan ozon, asap, polusi air, serta overpopulasi smog dan racun mengapung di udara, yang disebabkan oleh pemborosan asap kotor dari perusahaan industri dan juga dari pembakaran bahan bakar yang dikeluarkan oleh kendaraan.
Penyalahgunaan sumber daya energi akibat masalah kependudukan ini sebagai salah satu masalah lingkungan yang terjadi dari banyaknya masalah yang lain. Dalam hal ini akan berdampak menjadi masalah serius jika orang-orang pada jaman sekarang tidak bisa menyadari akan pentingnya daur ulang energi dan konservasi lingkungan.
Untuk pertama yang mungkin dapat dilakukan adalah mendaur ulang produk-produk yang sudah tidak terpakai, baik organik maupun non-organik sehingga ketegangan lingkungan sebagai akibat dari kerusakan lingkungan dapat kita kurangi dengan hal ini. Contohnya seperti menggunakan barang-barang yang tidak terpakai lalu didaur ulang menjadi kompos limbah tanaman sehingga dapat meminimalkan limbah yang terbuang di lingkungan. Dari limbah tersebut kita juga dapat menciptakan pupuk organik yang sehat.
Deforestasi atau penggundulan hutan untuk kehidupan manusia akan dapat berkurang dengan kita memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk mendaur ulang bahan yang digunakan, sehingga tak hanya dampak pencemaran lingkungan saja yang akan berkurang namun pohon juga dapat kita sekamatkan.
Dalam memenuhi kebutuhan saat ini, kita tidak harus berlebihan dalam penggunaan sumber daya alam yang ada, karena dengan begitu generasi manusia yang akan datang tidak harus mengorbankan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan mereka merupakan keberlanjutan pelestarian lingkungan yang harus diwujudkan.
Bukan berarti pengelolaan dominasi dan eksploitasi atau dalam menggunakan sumber daya alam harus selalu berlebihan dan tanpa memperhatikan kapasitas bumi dalam memproduksi dan merehabilitasinya dari kekuasaan kita atas alam dan makhluk hidup lainnya sehingga dapat menghindarkan kita dari masalah-masalah kependudukan yang terus-menerus meningkat.
Oleh karena itu, kita harus menjaga kepadatan penduduk untuk mengurangi masalah kependudukan dan memfasilitasi sumber daya terbarukan agar dapat lebih diperbaharui sebagai efek kelestarian lingkungan yang dapat menjaga daya dukung lingkungan. Kita juga harus bertanggung jawab dalam menggunakan semua fasilitas termasuk bumi beserta isinya sebagai bukti bahwa kita tetap ingat bahwa Allah SWT telah mempercayakan semua itu kepada kita.
2.5  Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Pengertian lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang tempat manusia atau makhluk hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya. Istilah lingkungan hidup, dalam bahasa Inggris disebut dengan environment, dalam bahasa Belanda disebut dengan millieu atau dalam bahasa Perancis disebut dengan l’environment.
Sumber daya alam adalah semua unsur tata lingkungan biofisik yang nyata dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan manusia demi mempertahankan kelangsungan hodupnya. Jadi, semua benda mati dan makhluk hdup, yang ada di muka bumi ini dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kepentingan dan kebutuhan hdupnyam, seperti udara, sinar matahari, tumbuhan, hewan, air, dan sebagainya.
Keberadaan sumber daya alam tidak tersebar secara merata di muka bumi. Oleh karena faktor geografis dan letak astronomis, jumlah dan kualitas sumber daya alam di tiap wilayah di muka bumi ini tidaklah sama. Terdapat wilayah dengan sumber daya alam sedikit atau bahkan tidak memiliki sumber daya alam sama sekali. Pada umumnya wilayah tropis memiliki sumber daya alam yang lebih kaya. Semakin menjauh dari khatulistiwa, keanekaragaman sumber daya alamnya semakin terbatas atau sedikit.
Sumber daya alam berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam telah dilakukan sejak kehidupan manusia kali pertama di muka bumi, manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara sederhana, yaitu dengan cara berburu, mencari tumbuhan atau buah-buahan, dan bercocok tanam sederhana.
Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mampu memanfaatkan sumber daya alam secara lebih luas. Pertamahan populasi manusia serta perkembangan pengetahuan dan teknologi juga telah mendorong manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam secara lebih kreatif dan intensif. Tidak heran manusia semakin mampu menguasai alam dengan cara-cara yang merusak dan tanpa mempertimbangkan kelestariannya.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar di dunia memegang peranan penting dalam pelestarian sumber daya alam dan keseimbangan lingkungan di bumi. Namun demikian, kerusakan lingkungan tetap terjadi, misalnya karena kebakaran hutan, banjir, penangkapan ikan dengan bom ikan. Selain itu, terjadi penurunan kualitas da kuantitas sumber daya alam, antara lain karena perubahan fungsi lahan hijau menjadi lahan terbangun serta terjadi krisis energi.
Berbagai peristiwa tersebut menggambarkan pemanfaatan sumber daya alam tanpa mempertimbangkan norma (ketentuan) kelestarian lingkungan hidup. Jika tidak segera di atasi, masalah tersebut akan menjadi ancaman serius terhadap seluruh umat manusia dan makhluk hidup di bumi. Oleh karena iut, agar pemanfaatan sumber daya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi harus disertai dengna norma-norma pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam.
Norma pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam merupakan upaya terpadu dalam memanfaatkan, menata, memelihara, mengawasi, mengendalikan, meulihkan dan mengembangkan lingkungan hidup.

2.5.1                    Menjaga Keseimbangan Lingkungan
Dalam suatu ekosistem ada komponen-komponen yang saling berinteraksi, pada ekosistem yang stabil, terjadi regenerasi berkelanjutan, yang terdiri dari kelompok-kelompok organisme yang saling bergantung satu dan lainnya. Perubahan lingkungan fisik yang berlangsung lambat, teratur, dan terarah dan hasilnya dapat diramalkan, disebut suksesi ekologi.

2.5.2                    Pengembangan Berwawasan Lingkungan
Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan usaha yang disadari dan direncanakan, dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana pada pembangunan yang berkesinambungan, guna meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pembangunan berwawasan lingkungan haruslah didukung oleh faktor-faktor lingkungan, yaitu memiliki sumber daya yang cukup, lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai, dan terpeliharanya proses ekologis yang esensial (proses fotosintesis, kemampuan memperbaharui diri, dan pengendalian populasi).
Pembangunan berwawasan lingkungan memiliki dua dimensi, yaitu:
1.      Dimensi Tekno-Ekologis

Ø  Kegiatan pembangunan haruslah pada lokasi yang telah direncanakan sesuai dengan konsep tata ruang. Kebijakan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan jaminan kelanjutannya, menjaga agar tidak melampaui kemampuan sumber daya alam tersebut untuk memperbaharui diri. Selain itu untuk menjamin kepastian dan kelayakan bagi pengusaha yang menanamkan modalnya di daerah itu.
Ø  Mekanisme pengendalian dan pemanfaatan sumber daya alam. Penggalian sumber daya alam yang dapat diperbaharui harus ada jaminan bahwa kelajuannya tidak melampaui kemampuan sumber daya alam itu untuk memperbaharui diri pada suatu periode tertentu. Sedangkan pada penggalian sumber daya alam yang tak terperbaharui, pelaksanaannya harus cermat dan efesien.
Ø  Limbah yang akan dibuang harus diolah terlebih dahulu agar kuantitasnya tidak melampaui kapasitas asimilasi dari ekosistem (kemampuan ekosistem untuk menerima limbah sampai pada taraf tidak membahayakan lingkungan kehidupan manusia.
2.      Dimensi Sosio-Ekonomis
Prioritas kegiatan atau kebijakan dan program pembangunan seharusnya memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Dalam pembangunan berwawasan lingkungan, komponen biaya terhadap resiko rusaknya lingkungan harus dimasukkan dalam proses pengambilan keputusan, untuk itu dibutuhkan pemilihan lingkungan sosial (dimana pembangunan itu akan dilaksanakan) yang mencakup pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan perbaikan alokasi sumber daya alam.
Contoh penerapan pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan adalah sebagai berikut :
1.      menggunakan pupuk alami atau organik,
2.      penggunaan pestisida sesuai kebutuhan,
3.      penggunaan peralatan yang tepat dalam pembukaan tanah agar topsoil tidak hilang,
4.      tidak membuang zat pencemar dan beracun ke saluran air, sungai dan laut,
5.      setiap pabrik industri harus membuat cerobong asap yang tinggi dan melakukan penyaringan asap.

2.5.3                    Pembangunan Berkelanjutan
Kelestarian lingkungan diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi, sebaliknya pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk kelestarian lingkungan. Agar terjamin usaha pembangunan berkelanjutan, harus ada keseimbangan pada usaha pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Usaha yang dilakukan untuk melindungi lingkungan, harus dilaksanakan dengan menghasilkan produk dan proses produksi yang ramah lingkungan. Produsen harus meyakinkan konsumen bahwa produk yang dihasilkan harus benar-benar baik dalam arti kualitas, ramah lingkungan dan ramah manusia. Maka dilakukan penggabungan standar pengelolaan lingkungan ke dalam ISO (International Organization for Standarzation), yang selanjutnya dikenal dengan istilah dengan ISO 9000 dan ISO 14000.
ISO 9000 merupakan pedoman standar untuk desain, pembuatan barang, penjualan dan pelayanan untuk suatu produk, merupakan kumpulan standar yang membimbing dan mengarahkan perusahaan dalam kegiatan berbisnis internasional, untuk menuju pada jaminan mutu tingkat tinggi.
ISO 14000 merupakan prosedur atau komponen sistem pengelolaan lingkungan yang diusahakan untuk dipatuhi, bukan penentuan baku mutu ataupun ketentuan yang membatasi kegiatan perusahaan. Berdasarkan undang-undang, disusun prosedur ISO 14000, dimana produk yang dihasilkan harus memenuhi tuntutan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Contoh penerapan pengelolaan sumber daya alam berwawasan berkelanjutan adalah:
1.      mengurangi eksploitasi yang berlebihan terhadap alam,
2.      menggunakan sumber daya alam secara efisien,
3.      pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan daya dukung lingkungan,
4.      pengolahan barang tambang sebelum di ekspor agar memiliki nilai jual yang tinggi dan mengurangi penggunaan barang tambang,
5.      mencari alternatif penggunaan bahan bakar minyak,
6.      menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.

2.5.4                    Etika Lingkungan
Prinsip-prinsip etika lingkungan hidup ialah prinsip sikap hormat kepada alam, prinsip tanggung jawab, prinsip solidaritas, prinsip kasih saying, kepeduliaan terhadap alam, prinsip no harm, prinsip hidup sederhana selaras dengan alam, prinsip keadilan, prinsip demokrasi, prinsip integratis moral dan prinsip etika masyarakat adat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar